DARI KEHAMPAAN MENUJU KELIMPAHAN
Yohanes 10:1-10
Seorang psikolog memperhatikan baju lengan panjang yang dikenakan seorang gadis berusia
lima belas tahun
di hadapannya. Orang-orang yang pernah melukai diri sendiri
biasanya mengenakan model baju
seperti yang dipakai gadis tersebut untuk menutupi
bekas luka di tangan mereka. Ketika gadis itu menyingsingkan lengan bajunya, psikolog tersebut
terkejut melihat kata “empty” (kosong) yang digoreskan si gadis dengan silet pada kulitnya. Meski
sedih, psikolog itu bersyukur karena gadis tersebut bersedia menerima pertolongan yang sangat dibutuhkannya. Gadis ini
mewakili banyak orang yang mengalami kehampaan atau kekosongan
dalam kehidupannya.
Yesus berkata, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Yesus datang bukan hanya untuk memberi hidup, melainkan
hidup yang berkelimpahan. Kelimpahan ini bukan tentang materi, melainkan hidup yang diisi dengan
damai sejahtera, hidup yang bermakna bagi diri sendiri dan sesama, sukacita
yang tidak tergantung pada keadaan, serta hubungan yang benar dengan-Nya.
Di tengah kesibukan atau pergumulan yang membuat kita merasa lelah, hampa, atau kehilangan tujuan hidup, ingatlah bahwa Yesus datang untuk memulihkan dan memenuhi setiap ruang kosong dalam hidup kita, untuk memberi hidup yang berkelimpahan. Mari membuka hati untuk menerima tawaran- Nya: kehidupan yang penuh kelimpahan dan kasih yang tak terbatas. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, penuhi hidup kami dengan kasih-Mu sehingga kami mempunyai hidup yang bermakna bagi diri kami dan sesama yang memuliakan nama Tuhan. Amin.